BERITA DAN KEGIATAN

Kilas Sejarah

Kabupaten Melawi merupakan salah satu kabupaten baru yang baru terbentuk. Kabupaten Melawi merupakan pemekaran dari Kabupaten Sintang. Sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 135/1213/SJ tanggal 21 Mei 2004 Perihal Pedoman Teknis Pelaksanaan 13 (tiga belas) Undang-undang tentang pembentukan 24 (dua puluh empat) Kabupaten, di mana Kabupaten Melawi merupakan salah satu dari 24 Kabupaten baru yang dibentuk oleh Pemerintah.

Dasar Pembentukan Kabupaten Melawi adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau di Propinsi Kalimantan Barat. Peresmian Kabupaten Melawi bersama-sama 23 (dua puluh tiga) Kabupaten lainnya dan 13 (tiga belas) Propinsi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 7 Januari 2004 di Jakarta.

Pembentukan Kabupaten Melawi tersebut bertujuan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat yang berkembang di Kabupaten Sintang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Guna menunjang tugas-tugas pokok pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dimaksud, ditetapkanlah Penjabat Bupati Melawi pertama melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.41-16 tahun 2003 Tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Melawi atas nama Drs. A. SUMAN KURIK, MM yang dilantik pada tanggal 14 Januari 2004 oleh Gubernur Kalimantan Barat. Untuk pertama kalinya Penjabat Bupati Melawi dibantu oleh 9 (sembilan) orang Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Surat Tugas Bupati Sintang nomor 824/045/BKD-C tanggal 20 Januari 2004.

Kabupaten Melawi adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Melawi memiliki tiga sungai membentang di wilayah tersebut di antaranya, yaitu Sungai Kayan, Sungai Melawi dan Sungai Pinoh. Dahulu dikenal sebagai daerah Melawei (alias Laway, Melahoei., Pinoe). Daerah aliran sungai Pinoh merupakan termasuk wilayah Kerajaan Kotawaringin.[4] Kontrak 1756, Sultan Tamjidullah I[5] dari Banjarmasin dengan VOC-Belanda mendaftarkan Melawai (alias Melawi) dalam wilayah pengaruh Kesultanan Banjarmasin. Tanggal 1 Januari 1817 Raja Banjar Sultan Sulaiman menyerahkan Sintang dan Melawi (disebut dengan nama Lawai) kepada Hindia Belanda.Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam dari Banjarmasin menyerahkan Lawai (alias Melawi) kepada Hindia Belanda.

Batas wilayah

Kabupaten Melawi memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang
Selatan Kecamatan Tumbang Selam, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah
Barat Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang
Timur Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang

Suku di Melawi

Adapun suku yang ada di Kabupaten Melawi antara lain :

  1. Suku Melayu
  2. Suku Dayak Senganan
  3. Suku Dayak Limbai
  4. Suku Dayak Barai
  5. Suku Dayak Linoh
  6. Suku Dayak Kebahan
  7. Suku Dayak Ingar Silat
  8. Suku Dayak Silath Muntok
  9. Suku Dayak Sane
  10. Suku Dayak Randu’
  11. Suku Dayak Batu Entawa
  12. Suku Dayak Lamantawa
  13. Suku Dayak Keluas
  14. Suku Dayak Kepuas
  15. Suku Dayak Keninjal
  16. Suku Dayak Kubitn
  17. Suku Dayak Pangin
  18. Suku Dayak Nyadupm
  19. Suku Dayak Ella
  20. Suku Dayak Kenyilu
  21. Suku Dayak Ransa
  22. Suku Tionghoa Hakka

 


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *